Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Saturday, March 26, 2016

Terima Kasih Bu Telah Melahirkanku di Bulan Maret

Dua puluh empat tahun yang lalu, raga ini dilahirkan ke dunia ini. Kata Ibu saya lahir pada Minggu Pon, tanggal 15 Maret 1992. Di desa ku hari pon adalah hari pasaran paling rame, di mana warga berbondong-bondong ke pasar untuk berdagang dan berbelanja. Untung saja Ibu ku dulu pada hari itu tidak pergi belanja, Ibu ku milih untuk melahirkanku dengan sekuat tenaga nya di tempat bu Bidan, Terima kasih banyak ya Ibuk ku saya. Semoga Ibu sehat bahagia selalu dan dapat mendampingiku sampai berkeluarga, mempunyai anak dan bahkan saya mempunyai cucu kelak. Aamiin.
Masa kuliah S1 menyimpan kenangan unik di bulan maret. Masih ingat bulan maret 2013, saat itu pertama kalinya saya naik pesawat terbang ke negeri orang. Yang jelas pertama kali nya mempunyai pasport. Uniknya sekalinya ke luar negeri, ya pertama kalinya saya nyasar. Berangkat malam dari Bandara Soetta, otomatis saya tiba hampir tengah malam di Bandara KLIA Malaysia. Kebetulan sepertinya, pesawat yang saya naikin didominasi oleh rombongan kaos seragam ijo-ijo. Ketika keluar pesawat, saya mengikuti arah jalan mereka. Saya pikir itulah jalan keluar bandara. Saya sendiri juga belum tahu-menahu mengenai prosedur imigrasi. Setelah sampai di sebuah ruangan, rombongan ijo-ijo diminta duduk dan otomatis saya juga duduk. Lumayan lama duduk saya termenung, emang begini ya kalau tiba di bandara internasional negara orang? Saya positive thinking, sabar dan menunggu. Tapi kog lama banget ya? Akhirnya, dengan gaya mahasiswa saya bertanya dengan menggebu-gebu. Oh nooo, ternyata oh ternyata. Saya ini ikut rombongan teman-teman TKI. Mereka belum boleh keluar bandara sebelum ada pihak yang menjemput, termasuk saya yang ada di rombongan itu. Kenangan banget ini, akhirnya saya diarahkan ke bagian imigrasi dan diperbolehkan ambil bagasi.
Maret-maret selanjutnya juga begitu, ada saja sejarah yang diberikan oleh Allah SWT ke diri ini. Dan yang terdekat adalah maret 2016 ini. Alhamdulillah, tepat tanggal 10 Maret 2016 pukul 11.30 WIB malam status Scholarship Hunter saya dirubah menjadi Awardee. Alhamdulillah Luar Biasa Dahsyat Allahu Akbar!!! Kado indah seiiring bertambahnya usia ini. Malam itu Ibu yang tertidur lelap bangun dan tak henti-hentinya mengucap syukur dan senyum bahagia. Kami berdua membagi kebahagiaan bersama sampai jam 02.00 pagi. Saya dinyatakan lulus seleksi wawancara beasiswa magister LPDP Dalam Negeri untuk kampus tujuan ITB. Mimpi untuk studi magister sudah di depan mata untuk diwujudkan. 
Teman-Teman Satu Group Essay, LGD, dan Wawancara LPDP

Allah SWT sepertinya telah benar-benar merencanakan beasiswa ini untuk saya. Semua urusan dimudahkan oleh-Nya. Persiapan berkas-berkas untuk seleksi administratif terasa berlalu satu demi satu. Perjuangan pertama dimulai dengan mencari surat keterangan dari desa. Bapak sekretaris desa sangat berbahagia dengan kedatangan saya. Beliau sangat mendukung langkah saya meneruskan mimpi untuk jenjang S2. Harapan beliau adalah kelak saya dapat bermanfaat dan membanggakan desa. Langkah selanjutnya adalah permohonan surat rekomendasi. Saya dengan semangat dan memberanikan diri untuk menemui wakil rektor bidang kemahasiswaan dan akademik dan dekan FPTK UPI. Beliau berdua menyambut hangat kedatangan saya dan memberikan dukungan sepenuhnya untuk motivasi ini melanjutkan studi.
Kang Ade Suyitno, mentor saya di kampus semenjak awal-awal semeter dulu adalah sosok yang luar biasa membuka pemahaman saya mengenai beasiswa LPDP ini. Banyak saran dan masukan beliau mulai dari nol sampai persiapan wawancara. Terima kasih bankyak akang, semoga sukses selalu bisnis dan studi nya, Kang Ade ini juga Awardee LPDP untuk program Magister SBM ITB. Beliau juga membuka usaha tempat kursus bahasa inggris yang sudah mulai berkembang bagus saat ini. Penulisan essay dan rencana studi saya belajar banyak dari beliau. Kang Ade memberikan nasihat berdasarkan pengalaman nya dan juga pengalaman teman-teman awardee nya. Seakan mendapatkan peta, saya merasa tidak tersasar dan kebingungan dalam menulis essay dan rencana studi ini.
Persyaratan sudah terkumpul semuanya, hanya satu yang belum yaitu Sertifikat TOEFL ITP. Hal ini adalah tantangan terbesar bagi saya. Dari SD sampai sekarang saya belajar Bahasa Inggris dan juga belum-belum bisa. Seringkali minat bakat saya salahkan, hahaha mungkin hanya mencari-cari alasan saya ini. Beberapa bulan sebelumnya saya menemukan broadcast dari teman mengenai Sekolah TOEFL gratis dan online. Benar sekali, ini adalah rintisan Mas Budi Waluyo. Dahsyat luar biasa, Sekolah TOEFL ini membuka cakrawala saya bahwa TOEFL itu menyenangkan dan penting. Modul-modul di sekolah ini empuk untuk dicerna. Dan yang paling teringat adalah motivasi-motivasi Mas Budi yang selalu di update di blog pribadinya. Saat mulai lesu seakan tersambar petir kembali untuk bersemangat ketika membaca tulisannya dan melihat videonya. Hatur nuhun Mas Budi.
Terlalu santai untuk ambil tes TOEFL adalah kesalan yang menjadi pengalaman luar biasa bagi saya. Mungkin awalnya saya berpikir ah santai saja da tempat tes nya kan juga banyak. Pasti masih ada kursi kosong untuk saya kapan pun daftar nya. Salah Besar Ternyata! Saya mulai mencari-cari tempat tes di awal bulan januari, ya mengingat deadline LPDP Bacth 1 kan juga tanggal 20, gumam saya begitu. Ternyata oh ternyata saya mulai panik, semua tempat tes dengan jadwal keluar sertifikat sebelum tanggal segitu sudah pada penuh semua. Saya telpon tempat-tempat tes di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Surakarta, dan Malang semuanya penuh. Panik dan panik sekali rasanya saat itu. Sudah terpikir ya sudahlah ini adalah kesalahan saya dan mungkin saya harus daftar untuk gelombang 2. Konsekuensi nya adalah semakin lama waktu bagi saya untuk membuat tenang dan percaya orang-orang tersayang di sekeliling saya akan masa depan seorang pemuda ini.
Allah SWT memberikan petunjuk tepat, saya memutuskan untuk tetap ikut tes TOEFL di English First, Cipaganti, Bandung. Tanggal tes nya adalah 09 Januari 2016 dan sesuai yang dijadwalkan sertifikat TOEFL nya baru keluar 2 minggu setelah tes yaitu tanggal 23/24 Januari 2016. Sudah lewat dari masa pendaftaran Bacth 1 tentunya. Sambil mengerjakan tes saya masih menyimpan harapan besar agar sertifikat nya dapat keluar sebelum tanggal 20.
Pada tanggal 18 januari saya sudah mulai menanti-nantikan. Waktu itu pulang dari bimbing ekskull KIR di SMKN 2 Kota Bandung, saya sempatkan mampir ke EF. Alhamdulillah skor nya sudah keluar, namun tetap untuk sertifikatnya belum keluar. Akang petugas nya bilang kalau sertifikat keluarnya sekitar tanggal 23. Oh sudahlah pikirku, saya pulang diiringin hujan deras yang terus mengguyur. Tak patang harapan, hari-hari berikutnya saya tetap menelpon.
Tanggal 20 Januari 2016, saya beberapa kali menanyakan dan hasilnya tetap sama bahwa sertifikat belum jadi. Padahal hari ini tepatnya nanti malam adalah deadline penutupan Beasiswa LPDP Bacth 1. Berdo’a dan Berdzikir adalah penenang saya. Pukul setengah 6 sore saya mencoba untuk menelpon kembali. Suasana nya hujan sangat deras sekali. Tidak terduga, jawaban di telpon itu membuat saya loncat-loncat. Allahu Akbar! Sertifikat TOEFL saya sudah keluar dan bisa diambil. Membelah deras nya hujan saya dengan penuh semangat melaju ke EF.
Scan beberapa berkas langsung saya lakukan dan formulir online juga baru saya lengkapi malam itu. Tepatnya pukul 10.30 WIB saya baru menyelesaikan pedaftaran online dan upload berkas. Sebetulnya saya masih belum percaya tentang hal ini, oleh karena nya saya tidak sempat ngecek banyak dulu karena mengira sudah jam setengah 12 malam, oh ternyata masih jam setengah 11 malam. Pasrah dan berdo’a saja mudah-mudahan dapat yang terbaik.
Sesuai saran Kang Ade, saya perbanyak blogwalking untuk membaca-baca pengalaman para awardee di saat sesi wawancara, LGD dan Essay on the Spot. Hal yang membuat saya terkesan saat wawancara adalah ungkapan Ibu Psikolog. “Kamu itu lucu ya, tapi belum cukup lucu untuk ikut Stand Up Comedy” kata beliau. Hahaha sebenarnya Ibu nya terhibur atas jawabanku, mungkin beliau tidak mau memuji saya sepenuhnya takut saya melonjak loncat-loncat jauh ke plafon. Hahaha.
Saya masih tepuk-tepuk pipi, apakah saya masih mimpi? Benar saya masih mimpi untuk bisa keterima di ITB di Prodi Teknik Elektro. Beasiswa sudah digenggaman, satu tahap lagi yaitu Ujian Saringan Masuk ITB program magister. InsyaAllah akan mencoba mendaftar di gelombang 1 bulan April ini dan intake kuliah pada akhir Agustus 2016. Mudah-mudahan selalu dilancarkan dan dimudahkan. Aamiin.
Masih teringat kala Allah memilihkan UPI untuk jenajng sarjana saya, kampus pendidikan di Bandung utara. Tidak pernah terbayangkan akan bagaimana saya di UPI nanti. Satu bulan sebelum masa perkuliahan saya pulang ke Wonogiri. Sesampai di rumah saya disambut air mata oleh Ayah. Sama sekali tidak menduga saya, Ayah yang betipikal keras dan jarang menangis, saat itu begitu deras mengeluarkan air mata sambil memeluk erat saya. Ayah yang susah bicara karena stroke ternyata memendam keinginan agar saya menjadi seorang pendidik nantinya. Air mata Ayah adalah semangat yang selalu teringat ketika saya mulai lesu mengarungi kehidupan ini. Ayah, anakmu saat ini selangkah lagi akan mengenyam pendidikan S2 dan mudah-mudahan menjadi pendidik sebagai dosen yang benar-benar bekerja dan mengabdi sesuai kemampuan ini.
Beberapa kelancaran akademis yang saya raih saat ini sangat dipengaruhi oleh pola pikir Ibu saya. Beliau tidak pernah mengenyam pendidikan, tidak bisa membaca, dan juga tidak dapat menulis. Namun, Ibu mempunyai sudut pandang yang jauh lebih maju mengenai pendidikan anaknya. Oleh karena itu, jika berbicara mengenai sukses terbesar dalam hidupku adalah saya dapat membahagiakan Ibuku setiap waktu. Pengorbanan Ibu sangatlah nyata dan jika ditayangkan di serial sinetron pasti semua orang akan terharu menontonnya. Ibu sehat selalu ya, harapanmu mengenai pendidikan anakmu ini akan terus saya perjuangkan hingga engakau memelukku pada pengukuhan gelar di jenjang pendidikan tertinggi yang dapat saya raih kelak. Aamiin. 

Monday, February 15, 2016

Terima Kasih Jihaz-Toys, Pengalaman Jadi Reseller Boneka Saat Kuliah

Sebuah cerita bukan untuk dinikmati sendirian, akan lebih berbuah andai dijadikan bahan berbagi. Semangat! Kalau lirik lagu menyampaikan “Muda tanpa Cinta Bagai Taman Tak Berbunga hai begitulah kata para pujangga”. Kalau kata saya “Muda tanpa Karya lebih Mendrita daripada Muda tanpa Cinta”. 

Semasa kuliah adalah masa terindah dan paling awet kenangan-kenangannya. Pertama, saya tidak pernah membayangkan dapat mengenyam pendidikan di kota besar seperti Bandung ini. Kedua, ternyata skenario semasa di kampus sangat tidak diduga-duga. Pepatah barat mengatakan bahwa : "Some beautiful paths can’t be discovered without getting lost." (Erol Ozan). Iya benar, perjalanan indah saya sewaktu kuliah tidak akan pernah saya raih tanpa tersesat terlebih dahulu. Saat-saat tersesat ini pasti ada petunjuk-petunjuk baru untuk dapat kembali menemukan jalan yang benar. 

Selamat Datang di Kota Bandung 

Bandung adalah kota metropolitan, kota yang begitu luas, dan kota yang penuh tantangan bagi saya. Betapa tidak, merantau seorang diri mengharuskan saya harus bisa bertahan. Bertahan mempertahankan kelangsungan isi kantong dan juga mempertahankan kelangsungan studi S1 saya. Awal kuliah saya lebih menyibukkan diri untuk mandiri secara ekonomi, cari-cari peluang yang memungkinkan untuk part-time. Mulai dari jualan pulsa, gorengan, baju, kaos dan lainnya saya jajaki semua. Ada satu usaha yang membekas sekali dan berperan banyak dalam mendukung kemandirian saya waktu itu, yaitu "Jualan Boneka". 

Bercerita mengenai jualan boneka, satu UMKM yang berjasa banget buat saya adalah Jihaz-Toys. Awalnya saya berkenalan dengan Pak Reza, pemilik Jihaz-Toys, di sebuah acara pelatihan teknopreneur di kampus. Mengorek-ngorek pengalaman berwirausaha Pak Reza, akhirnya saya terinpirasi. Pak Reza sudah lama menjalankan usaha boneka. Ruko nya beralamat di Jalan Kopo Sayati Hilir No. 30, Bandung. Saat ini usaha beliau sudah berkembang cukup pesat, namun menilai seseorang lebih berarti jika dilihat dari perjuangan-perjuangan beliau merintis usaha. Luar biasa menginspirasi perjuangannya. Pak reza dulu hanya sebagai pekerja di sebuah toko boneka. Semakin lama bekerja, beliau juga semakin banyak pengetahuan mengenai seluk beluk boneka. Akhirnya, dengan kemantaban hati, Pak Reza putuskan untuk memulai merintis usaha boneka miliknya sendiri. 


Kios Boneka Jihaz-Toys Bandung 
Setelah berkenalan dengan Pak Reza, dan beliau juga mengizinkan saya untuk menjadi reseller, selanjutnya saya bentuk sebuah tim. Tim ini bernama "Bos Boneka Bandung" atau lebih akrab disingkat dengan nama BosBon. Tim saya terdiri dari 5 orang dan masing-masing bertugas di setiap divisi yang telah ditentukan yaitu pimpinan, keuangan, logistik, online marketing, dan offline marketing. 


Tim Bos Boneka Bersama Pak Reza 
Selanjutnya, atas bimbingan Pak Reza, kami buat media promosi dan juga katalog produk. Usaha boneka kami melayani penjualan boneka jadi dan juga pre-order boneka custom untuk maskot atau marchandise. Media promosi yang pertama dibuat adalah facebook dan web store. Minggu pertama, kami fokus dalam promosi online. Gencar dan terus menerus posting, langkah ini adalah yang selalu kami lakukan untuk mendapat lirikan calon konsumen.

Fan Page Bos Boneka Bandung 
Bersyukur sekali kami, setelah promosi besar-besaran melalui media sosial. Pesanan demi pesanan datang. Mulai dari pesanan satuan boneka biasa sampai boneka custom untuk marchandise juga cukup banyak. Kami melebarkan sayap penjualan melalui bazar-bazar yang diadakan di kampus. Pak Reza memang sangat baik, khusus untuk Bazar kami tidak perlu mengeluarkan modal sama sekali. Kami hanya perlu mendata boneka apa saja yang di bawa dan membayar boneka yang laku terjual saja saat acara bazar. Dengan semangatnya kami loncat bazar sana bazar sini demi meningkatkan penjualan usaha yang baru dirintis ini. 

Bergaya di Salah Satu Bazar Kampus 

Jualan Boneka Custom Kampus UPI 


Hidup memang tidak bisa disangka-sangka. Dari berkenalan dengan pelaku UMKM, Pak Reza, kemudian menjadi reseller dan akhirnya dapat membantu menyokong kemandirian ekonomi secara pribadi. Seperti kalimat pembukaan di awal, saya telah menyebutkan bahwa cerita indah harus dibagikan. Dengan harapan ada hal positif yang dapat diperoleh orang lain. Ketika ada seorang wartawan untuk meliput kisah ini, saya dengan senang hati menceritakannya. 

Mejeng Inspiratif di Koran Bandung Ekspress 

Saatnya, Giliran untuk Memberdayakan UMKM 

Pak Reza dengan usaha bonekanya sudah sangat membantu saya di waktu kuliah. Yang paling berharga adalah pengalaman merintis usaha. Bagaimana menghadapi tuntutan harus memuaskan klien, bagaimana memanajemen waktu, bagaimana mengatur arus kas keuangan, dan masih banyak pengalaman lainnya yang tidak ternilai harganya. 

Pada umumnya, tantangan besar bagi seluruh UMKM adalah modal usaha untuk meningkatkan kapasitas usaha. Sudah saatnya, ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong diterapakan di negeri ini. Tidak usah muluk-muluk, mulailah dari hal yang sederhana yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah menabung. 

Lho kog bisa? Bukannya menabung itu malah menumpuk untung buat diri sendiri saja ya? Di mana letak membantu nya? Good Question need Good Answer! Salah satu Bank BUMN mempunyai solusi tepat mengenai pertanyaan tersebut. Nama programnya adalah Menabung untuk Memberdayakan. 

Dengan menabung di BTPN Sinaya, Anda turut memberdayakan jutaan mass market di Indonesia yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat prasejahtera produktif melalui program Daya. Sehingga selain menabung untuk diri sendiri, kita juga dapat membantu berkembangnya sesama dan pada akhirnya hidup kita akan lebih berarti. 

Masih bingung? Ehm, tenang saja. Program ini telah memberikan sebuah simulasi online yang tersedia di web : http://menabunguntukmemberdayakan.com/. Mari yo mari, biar lebih afdol kita coba sama-sama. Berikut adalah langkah-langkah simulasi yang dilengkapi infographic nya. 


Kunjungi Website http://menabunguntukmemberdayakan.com/ dan Klik Mulai Simulasi 

Pilih log in dengan akun Facebook atau secara Manual 

Tentukan nilai setoran tabungan per bulannya dan juga jangka waktu tabungan. Kalau saya mencoba memilih setoran Rp 1.500.000,- dan dalam jangka waktu 3 Tahun. 

Klik tombol Lihat Hasil Simulai. Untuk melihat hasilnya, isikanlah data yang ada pada borang seperti pada gambar di atas. 

Dalam sekejap, Hasilnya pun akan keluar. Wow. . . Hanya dengan menabung Rp 1.500.000,- per Bulan, akan akan mendapatkan uang total Rp 58.303.504,-. Ehm sudah bisa buat DP Rumah. Horeee!!! 
Dahsyat bukan? Selain berkah untuk diri sendiri, tabungan kita juga akan berkah untuk sesama. Sekali lagi, karena melalui dana yang kita simpan, kita juga berkesempatan untuk turut memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas mereka melalui pinjaman dana dan berbagai pelatihan melalui program Daya. 

Tunggu apa lagi, tidak lah ragu untuk berbuat kebaikan, mulai dari sendiri dan mulai dari hal yang paling sederhana, mari berbagi keberkahan tabungan kita melalui Program "Menabung untuk Negeri dari Bank BTPN". 



*Tulisan ini dibuat dalam rangka berbagi informasi positif dan mengikuti Lomba Blog Terima Kasih Mass Market dari Bank BTPN. Rekan-rekan juga dapat mengikuti lomba ini dengan menge-klik gambar di sini. Selamat Mencoba. 




Thursday, May 7, 2015

MARI WUJUDKAN UPI MENJADI JAWARA PKM

MARI WUJUDKAN UPI MENJADI JAWARA PKM

1-1
Oleh AGUS RAMELAN
(Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa-LEPPIM UPI)
PENASARAN sekali rasanya malam itu, pukul 21.04 WIB tersirat kabar kalau Pemenang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang 2015 sudah diumumkan. Berdasarkan Surat Lampiran bernomor 0074 /E5.3/KPM/2015, tercantum sebanyak 7.646 pengusul yang dinyatakan didanai pada program PKM 2015. Asas lama masih berlaku, tiga besar peraih PKM terbanyak masih berprinsip 4L (Loe Lagi Loe Lagi). Jumlah terbanyak diraih oleh Universitas Brawijaya dengan jumlah 469 PKM, selanjutnya adalah Institut Teknologi Sepuluh November dengan jumlah 467 PKM, dan di urutan ketiga adalah jawara Pimnas 27 yaitu Universitas Gadjah Mada dengan jumlah 435 PKM yang terdanai.
Apa kabar dengan UPI? Bersyukur sekali, tahun ini saya dan tim menjadi salah satu dari 57 PKM UPI yang didanai. Jumlah 57 hanyalah berkisar 0.745% dari jumlah semua PKM yang didanai di seluruh Indonesia. Jumlah 57 juga hanyalah 12.154% dari jumlahnya PKM yang didanai dari Universitas Brawijaya. Mungkin saja jumlah 57 lebih mendekati Dies Natalis UPI yang ke 60. Sebagai pegiat keilmiahan mahasiswa di LEPPIM UPI, saya sangat sadar bahwa menumbuhkan semangat mahasiswa untuk lebih giat dan bersemangat di bidang penalaran itu tidak mudah.
UPI
Berbagai penghargaan baik pra pengusulan maupun pasca pengusulan PKM yang gencar diberikan kampus juga belum mempan. Status sosial yang menyebutkan bahwa kalau lolos PKM itu adalah Mahasiswa Berprestasi juga belum bisa meringankan jari mahasiswa untuk sekadar mengetikkan usulan PKM. Gerakan 1000 PKM yang digencarkan bersama juga berakhir di posisi setengah dari seribu yaitu tidak lebih dari 500-an judul PKM yang diusulkan.

Ada yang bilang bahwa lebih penting mempersiapkan kualitas dulu daripada kuantitas usulan PKM. Sewaktu menjuarai kompetisi Inovasi Iptek Kemenpora 2014 kemarin, saya sempat berdiskusi panjang dengan kawan dari ITS. Dan baru saja kemarin dia bercerita bahwa untuk meloloskan 467 PKM yang terdanai, Arek ITS (Sebutan anak-anak ITS) mengusulkan sekitar 1100-an usulan PKM. Jadi jumlah PKM ITS yang didanai tahun ini adalah sekitar 43% dari jumlah usulannya. Tak jauh beda dari teman saya dari UGM juga menyebutkan bahwa jumlah usulan PKM di kampusnya juga 1000-an. Informasi ini mengandung pelajaran berharga, ITS yang notabene adalah Juara Pimnas 26 saja hanya bisa meloloskan 43% dari total usulannya. Begitu pula tak jauh dengan UGM, dan juga UB.
Kualitas dan kuantitas usulan PKM itu sangat penting dan saling mempengaruhi. Ini artinya jumlah usulan PKM yang didanai sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas usulan. Untuk meningkatkan keduanya, tidaklah cukup hanya dengan memberikan penghargaan, workshop terpadu, kompetisi pra pengusulan PKM, persyaratan beasiswa dan pelatihan yang dilakukan ormawa. Salah satu langkah kecil yang belum teroptimalisasi dilaksanakan yaitu meningkatkan peran dosen mata kuliah dan pembimbing akademik.
PKM dapat dijadikan “tugas akhir” mata kuliah dan dipresentasikan terlebih dahulu di depan kelas sebelum diusulkan. Dengan langkah seperti ini, semua mahasiswa pasti berkenan membuat PKM dan secara kualitas juga lebih mumpuni karena diberikan arahan langsung oleh dosen mata kuliah serta diberikan masukan oleh teman sekelas ketika presentasi. Selain itu, PKM juga dapat dijadikan syarat kontrak mata kuliah dengan bimbingan langsung melalui dosen pembimbing akademik.
Bisa dibayangkan, misal jumlah mahasiswa ada 5.000, kalau semua diwajibkan dan membentuk tim masing-masing 5 orang per kelompok maka sudah ada 1.000 kelompok yang berpotensi mengusulkan PKM. Langkah seperti ini lebih manjur dan hemat untuk mewujudkan UPI sebagai Jawara PKM. Keseriusan dan keterpaduan adalah kunci untuk menciptakan sejarah baru, menggenggam sebuah piala dari kompetisi penalaran dan keilmiahan mahasiswa terpolur seantereo Indonesia, Piala Pimnas Ardhikarta Kertawidya. 

Monday, January 5, 2015

Resolusi Masram di Tahun 2015

Saya takut sekali ketika tidak menuliskan Resolusi di tiap awal tahun masehi. Alhamdulillah, sampai detik ini saya tidak tertarik dengan merayakan pergantian tahun dengan berpesta, melihat konser, dan atau bakar-bakar kembang api. Itu semua pilihan, dan saya juga menghargai itu. Kembali lagi, rasa takut selalu membuntuti ketika tak segores resolusi yang berhasil saya tuliskan. Memang banyak sekali keinginan menggebu yang terpikirkan di benak ini, mulai dari yang sederhana dan terdekat sampai yang rumit dan terjauh. Saya sangat sadar, kalau ciri klasik saya itu dua yaitu mudah ngantuk dan mudah lupa. Mudah ngantuk masih memberikan efek dahsyat karena saya dapat bermimpi indah dan tinggi, namun kalau mudah lupa ternyata sering berdampak kurang bagus pada diri saya terutama kalau mudah melupakan mimpi-mimpi. Tulisan adalah Do’a yang awet. Selain itu banyak kawan-kawan yang membacanya juga mengaminkan Do’a dalam tulisan kita. Dan yang namanya Do’a baik itu saya yakin semuanya pasti dikabulkan. Alhamdulillah, Allah telah memberikan hal yang lebih di tahun 2014 yang begitu sangat Indah. Salah satu Resolusi saya di Tahun 2014 yang tertulis dengan huruf KAPITAL semua adalah terbang ke Eropa. Sejatinya sudah hampir terkabulkan. Saya dan tim telah lolos sebuah Konferensi Ilmiah Mahasiswa Indonesia tertua di Inggris yang secara otomatis kami diundang ke sana. Saya sadar, secara kemampuan berbahasa pun saya belum siap. Jadi saya yakin Allah SWT telah mempersiapkan perjalanan indah itu di Tahun 2015 ini. Berikut adalah Resolusi Masram di tahun 2015.
1.      Lulus Strata 1
2.      Mengikuti SM3T/Mendapat Beasiswa S2 Calon Dosen Dalam Negeri
3.      TERBANG KE PARIS, JERMAN, DAN TURKI
4.      Menjuarai Kejuaraan Ilmiah dan Riset Teknologi Tepat Guna Nasional dan Internasional
5.      Lolos sebagai peserta FIM 17
6.      Melunasi Hutang Keluarga
7.      Membuka 1 Cabang Soto Peyek
8.      Membuka 1 Outlet Ayam Kremes
9.      Membeli Vespa Liberty Terbaru
10.  Mahir Berbahasa Inggris
11.  Mendapat Skor TOFL 550
12.  Berwisata ke Kota Batu Malang
13.  Mahir Pemrograman Mikrokontroler dan PLC
14.  Mengadakan Pengabdian Masyarakat di Wonogiri bersama Komunitas Gaplek
15.  Menjadi Peserta IYSF 2015
16.  Berkarya bersama Rekan-Rekan BARRET FPTK UPI
17.  Menuliskan satu buah Buku Perjalan Hidup.

Tulisan ini bukan sekadar goresan kayu di atas pasir, tulisan ini adalah Do’a tulus dari dalam hati untuk membuat waktu demi waktu lebih bermakna. Semoga Allah mengabulkan semua Do’a hamba-Nya ini. Aamiin


Sunday, January 5, 2014

Resolusi Masram di Tahun 2014



Today is Yesterday,
Tomorrow is Today.

Begitulah kutipan Ustadz Felix dalam salah satu bukunya yang manteb banget kalau menurut saya. Memang, apa yang kita miliki ataupun rasakan sekarang adalah refleksi dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Dan apa yang terjadi di masa depan adalah refleksi apa yang kita perbuat hari ini. Alhamdulillah, sampai hari ini yang katanya kemarin itu tahun baru saya belum cinta dengan apa yang namanya “hura-hura” di malam pergantian tahun. Bahkan saya pun masih bertanya-tanya, untuk apa itu semua? Jikalau hanya untuk menciptakan semangat baru untuk menyambut tahun yang baru, sekiranya kurang pas dengan membakar kembang api, konser, dan lain sebagainya semacam kegiatan yang kurang bermanfaat dan bisa jadi menghasilkan berton-ton sampah. Baiklah, setiap orang mempunyai hak masing-masing dan saya nulis ini pun ya kalau disebut sebagai upaya “perayaan” tahun baru 2014 pun juga boleh saja. Perayaan dalam artian untuk mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya sekaligus menyiapkan sebuah mimpi dan target di tahun 2014.
Sebelumnya di tahun kemarin saya baru saja sadar akan pentingnya sebuah rsolusi, dan lumayan lebih sadar jikalau itu semua diungkapkan di atas goresan tinta. Tidak kurang dari 22 an resolusi telah saya bubuhkan di awal tahun 2013. Setiap kali membuka netbook dan online saya selalu teringat dengan apa yang saya tulis di blog dahsyat ini. Sekarang yang terjadi sangat di luar dugaan, awal saya menulis resolusi dari poin satu ke poin selanjutnya saya sangat ragu dan terkadang ada rasa pesimisme sebelum bergerak. Sekali lagi, sekarang yang terjadi sangat dahsyat nan hebat! Tiga per empat resolusi saya Alhamdulillah tertunaikan dengan kesan, pengalaman, dan wawasan yang begitu indah dan menawan. Mulai dari akademik, organisasi, rezeki, dan yang berkesan bisa melanjutkan misi jalan-jalan gratis sekaligus menjalin persaudaraan dengan rekan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun 2013 yang sudah sangat indah dan berkah ini terkadang masih saja menjadi pemancing benak saya untuk selalu lebih dan lebih. Ya namanya manusia, itulah kodratnya. Lebih dan lebih yang saya maksud yaitu tentunya dalam hal positif yang mendukung untuk lebih baik lagi di tahun berikutnya. Dan hari ini, dengan gagah saya luncurkan senjata utama berupa mimpi-mimpi indah yang akan menghiasi perjalan ini di tahun 2014. Siapapun boleh tersenyum sebelah ketika membaca mimpi ini, namun ya inilah upaya launching saya agar senantiasa teringat dan mau untuk memeras keringat. Baiklah, inilah resolusi masram di tahun 2014.
1.       Sukses memberdayakan desa dengan program KKN Tematik
2.       Praktek Industri di Perusahaan Ternama
3.       IP semester 6 = 3.8
4.       Menjadi Finalis pada 7 event LKTI Mahasiswa Nasional
5.       Menjadi presenter pada 3 event Inernatonal Conference
6.       Menyelesaikan 1 Buah Buku dan Diterbitkan
7.       Memiliki kios untuk usaha
8.       Membeli New Mega Pro
9.       DAN HARUS TERBANG KE EROPA DI TAHUN 2014!
10.   Dapat Beasiswa
11.   Menjadi Mahasiswa Prestasi minimal tingkat Fakultas
12.   Juara Lomba Teknologi Tepat Guna
13.   Membuat Comdev di Bidang Bio-Energi
14.   Melakukan 2 Penelitian
15.   Menyusun Tugas Akhir
16.   Lolos PKM 
17.   Finalis lomba-lomba yang diadakan Kementrian RI 

Semoga resolusi di atas menjadi Do’a dan pemecut semangat untuk mencapainya. Inilah mimpi bukan sekadar mimpi, inilah Mimpi yang Terencana! Bismillah!  

Tuesday, January 1, 2013

Cukupkah Hanya Sebatas Mimpi Awal Tahun?


“Kecil di manja, Muda Penuh Karya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga”. Hayo, siapa sih yang nolak semboyan itu, ane yakin dah semua orang mendambakan hal tersebut. Namun, apakah hanya sekadar dambaan saja? Atau bahkan kamu-kamu anggap itu “mustahil” terjadi dengan kondisinu sekarang ini?. 
Apalagi nih di awal tahun, pasti semuanya punya mimpi besar atau sering dikenal dengan Resolusi. Ngomong-ngomong apa resolusi sobat buat tahun 2013?. Baiklah apa pun itu semoga cepat terwujud yaw. . . Amin.. Eh, inget lho Sob, kebanyakan orang sekarang resolusi atau mimpi awal tahun hanya tradisi belaka. Mereka biarkan mimpi itu berlalu begitu saja sampai tahun berikutnya datang. Hemz, rugi bangetz kan Bro and Sista. Lalu pertanyaannya, bisakah mimpi kita dengan pasti dapat diraih? ? ????

Resolusi Saya 2013!



Alhamdulillah, Puji Syukur kehadirat Allah SWT hamba masih diberikana kepercayaan untuk menikmati umur ini dengan penuh kasih sayang samapi detik ini. Mayoritas orang bereufhoria dengan malam pergantian tahun baru ini, mungkin mereka hanya terbawa iklim yang sudah menciptakan sebuah malam perayaan bukan malam muhasabah dan berdo’a akan resolusi tahun ke depan. Ya, ngomong-ngomong masalah resolusi sebetulnya saya menaruh banyak ekpetasi besar nan banyak di tahun 2013.

Wednesday, December 26, 2012

Aktivis Dakwah, Pantang Luntur “Idealisme”!


Dunia kampus adalah dunia yang mengasyikkan dalam sandiwara perjalanan hidup seorang akademisi. Dunia kampus menawarkan berbagai kenikmatan-kenikmatan yang seyogyanya tidak mungkin untuk dinikmati di luar kampus. Mahasiswa sebagai rakyat utama kampus berperan penting dalam penciptaan situasi dan kondisi kampus. Arah peradaban kampus pun juga tak lepas dari peran mahasiswa. Misalnya condong ke arah ilmiah, religius, pengabdian masyarakat maupun condong ke arah politik.

Tuesday, December 25, 2012

Garuda - Rintihan Puisi Calon Sastrawan Elektro-



Oleh : Agus Ramelan

Burung Garuda . . . ?
Burung mitologi ataukah sebenarnya ada? 
Siapakah garuda?
Sang Wahana Wisnu ataukah Elang Perkasa dari Jawa?
Entahlah, masih terbisik sentilan-sentilun
Garuda bak burung langka
Dulu ada sekarang tinggal sanjungan maya
Dulu tegap ke kanan
Sekarang terpampang fatamorgana kekirian  

Wednesday, September 19, 2012

Aliran – aliran Pemikiran



1.       Materialisme
Aliran ini mengutamakan bentuk fisik. Misalnya orang dianggap ada di suatu tempat jika hanya jika dia hadir di ruangan tersebut, tanpa memperhatikan pikiran dan perasaan orang tersebut.